img

Artikel

Bank Indonesia Sebut Neraca Dagang Februari 2019 Berpeluang Surplus

Posted by on 13 Maret 2019

img

aBisnis.com, JAKARTA -- Bank Indonesia melihat peluang besar neraca perdagangan berbalik surplus pada Februari 2019, seiring dengan terjadinya penurunan di sisi impor. 
 
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo menuturkan penurunan impor terjadi sebagai dampak dari kebijakan suku bunga bank sentral, yang meningkat 175 basis poin sepanjang tahun lalu. 
 
"Memang time lag itu terjadi sebelum berdampak ke sektor riilnya," paparnya, Senin (12/3/2019).
 
Penurunan impor juga didorong oleh mulai selesainya proyek-proyek infrastruktur. Dari sisi ekspor, BI berharap ada perbaikan karena faktor daya saing nilai tukar seharusnya dapat menolong kinerja ekspor. 
 
"Nilai tukar yang terbentuk sudah cukup membuat barang kita kompetitif, tetapi memang kita juga punya kendala dari sisi global demand yang bias downward dan harga komoditas juga seperti itu," tutur Dody. 
 
Selain itu, faktor perang dagang berpengaruh menekan kinerja neraca dagang Indonesia. Namuan, BI masih melihat ada peluang bagi Indonesia untuk membuka ruang ekspor barang dari dalam negeri di tengah proteksionisme AS terhadap produk China. 
 
Tentunya, peluang ini memiliki tantangan karena Indonesia akan berhadapan langsung dengan negara-negara lain di regional yang juga melihat celah tersebut, seperti Vietnam dan Malaysia. 
 
Dody mengaku dirinya belum melihat angka pasti dari proyeksi neraca dagang Februari 2019, tetapi dia sangat berharap ada perkembangan positif. 
 
Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan pihaknya melihat data yang mengindikasikan neraca perdagangan akan surplus pada Februari 2019. Sayangnya, dia enggan memaparkan angka pasti dari proyeksi tersebut. 
 
"Neraca perdagangan harus tunggu pengumuman Badan Pusat Statistik (BPS)," ucap Perry