Perkembangan emiten di Indonesia

Admin
3 Comments
image1

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan industri pasar modal Tanah Air mengalami pertumbuhan dalam jumlah perusahaan yang tercatat (emiten) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad mengatakan, hingga akhir Maret 2014 ada 489 emiten di BEI. Jika dilihat, angka ini mengalami perkembangan dalam kurun waktu lima tahun.

"Jumlahnya naik mengalami pertumbuhan 5 persen per tahun, paling tinggi di ASEAN," ungkap Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad di Hotel Le Meridien, Jakarta, Kamis (8/5/2014).

Menurut Muliaman, hal ini berbeda sekali dengan negara tetangga lainnya seperti Singapura dan Malaysia yang tidak menunjukkan penambahan perusahaan yang go public. "Di Singapura enggak naik, enggak bertambah malah menurun (ada yang keluar), termasuk juga di Malaysia," paparnya.

Dia menjelaskan, jika dalam tahun ini ada sebanyak 31 emiten baru yang tercatat di BEI, dalam waktu yang tidak lama lagi pasal modal Indonesia bakal menyalip negara-negara tetangga.

"Jadi kalau konsisten emiten meningkat, kita bisa bersaing dan mampu meyalip (banyaknya emiten) di negara dalam waktu yang tidak terlalu lama. Apalagi di Indonesia masih banyak perusahaan yang besar. Namun salah satu kunci utama yakni penerapan prinsip GCG untuk emiten," kata Muliaman.

Dia membantah jika ingin menjadi perusahaan yang tercatat di BEI akan mengalami kesulitan untuk mendaftar administrasi. "Tinggal bagaimana listed company itu tidak ribet dan sulit, karena dinilai banyak administrasinya," katanya.

"Makanya kita terus lakukan sosialisasi dan komunikasi diperlukan, besar sekali manfaatnya bisa listed di BEI, nilai perusahaan akan jelas, kalau dijual akan jelas karena dihargai pasar," tukasnya.

Contact Details

Telephone:021-5227966
Fax:021-5228643
Email: admin@iai.co.id
Website: iai.co.id

PALMA ONE Lt. 11 Ruang 1101,
Jl. H.R Rasuna Said Kav X2 No.4
Kuningan, Jakarta Selatan 12950