img

Artikel

Investasi Asing di Ekonomi Digital Capai Rp28 T Per Tahun

Posted by on 27 Februari 2019

img

Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan penanaman investasi untuk perusahaan rintisan (startup) di sektor e-commercetelah menyelamatkan total investasi di Indonesia dalam dua tahun terakhir. Pemerintah mengklaim investasi di e-commerce berkontribusi 15-20 persen dari total Penanaman Modal Asing (PMA) per tahunnya.

Kepala BKPM Thomas Lembong menjelaskan rata-rata investasi asing setiap tahun bisa dibilang US$9 miliar-US$12 miliar. Ia menghitung, jumlah dana yang masuk untuk investasi ekonomi digital berkisar US$2 miliar.

"Itu angka total perkiraan yang masuk ke perusahaan rintisan atau ekonomi digital saat ini," tutur Thomas, Selasa (26/2).


Untuk tahun ini, ia meramalkan porsi investasi asing untuk perusahaan rintisan di sektor e-commerce masih sama. Thomas optimistis kegiatan pemilihan presiden (pilpres) yang akan diselenggarakan pada April 2019 mendatang tak akan mengganggu laju investasi.


"Memang tahun lalu investasi internasional turun. Tapi satu-satunya komponen dari investasi modal asing yang tidak turun adalah ke ekonomi digital dan e-commerce," papar Thomas.

Berdasarkan catatan BKPM, total investasi yang masuk ke Indonesia pada 2018 sebesar Rp721,3 triliun. Angka itu naik tipis 4,1 persen dari posisi 2017 sebesar Rp692,8 triliun. Pertumbuhannya bisa dibilang melambat karena 2017 mencapai 13,1 persen.

Bila dirinci, investasi pada 2018 terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp324,8 triliun atau naik 25,3 persen dari Rp262,3 triliun. Lalu, untuk PMA anjlok 8,8 persen dari Rp430,5 triliun menjadi Rp392,7 triliun.



"Tapi untuk tren ke e-commerce masih sangat sehat dan kuat. Sejauh ini tidak ada indikasi mulai kapok atau kehilangan antusiasme ke ekonomi digital," sambung Thomas.

Secara keseluruhan, ia menargetkan pertumbuhan investor baik dari luar dan dalam negeri kembali mencapai dua digit seperti tahun-tahun sebelum 2018. Setidaknya, kata Thomas, bisa mencapai lebih dari 10 persen.

"Kalau lihat dari pemilu, kan pemilu setelah April selesai. Artinya masih ada delapan bulan lagi untuk kembali meningkat lagi," pungkas Thomas.